Sosial Diposting 17 Oktober 2026 Super Admin

“DARI KEPEDULIAN MENJADI AKSI: YUYUN KUSUMAWATI, PEMIMPIN PEREMPUAN PENGGERAK INKLUSI DI LEMAHABANG”

“DARI KEPEDULIAN MENJADI AKSI: YUYUN KUSUMAWATI, PEMIMPIN PEREMPUAN PENGGERAK INKLUSI DI LEMAHABANG”

Yuyun Kusumawati, Camat Lemahabang, merupakan salah satu pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Pilot Program SOLIDER yang diimplementasikan oleh SIGAB (Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel) Indonesia bekerja sama dengan Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) bertujuan untuk mewujudkan desa inklusi serta pemenuhan hak-hak difabel agar dapat hidup setara di masyarakat. Sebelum terlibat dalam Program SOLIDER, pemahamannya mengenai isu difabel masih cukup terbatas. Pengetahuannya tentang difabel lebih banyak diperoleh dari tayangan televisi, seperti atlet paralimpik maupun tokoh publik yang berhasil menunjukkan prestasi di berbagai bidang.

Meski demikian, sejak awal Ibu Yuyun meyakini bahwa difabel memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat lainnya apabila mendapatkan kesempatan dan dukungan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi bukan terletak pada keterbatasan individu, melainkan pada minimnya akses dan kesempatan yang tersedia bagi mereka. Selain itu Ibu Yuyun mendapatkan informasi dari pemerintah desa bahwa jumlah difabel di desanya hanya sedikit tetapi setelah adanya pendataan di desa menujukkan jumlah difabel di desa dampingan cukup banyak.

Perubahan mulai dirasakan sejak 3 desa di Kecamatan Lemahabang menjadi lokasi pelaksanaan Program SOLIDER. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan, mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan, hingga pertemuan rutin Kelompok Difabel Desa (KDD), memberikan kesempatan bagi Ibu Yuyun untuk melihat secara langsung proses perubahan yang terjadi pada difabel di wilayahnya.

Menurut pengamatannya, pada awal program banyak difabel yang masih merasa malu, enggan berinteraksi, dan kurang percaya diri untuk terlibat dalam kegiatan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut mulai berubah. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, serta berbagai kegiatan kelompok yang mendorong partisipasi aktif, mereka mulai berani menyampaikan pendapat, menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimiliki.

Perubahan yang terjadi pada difabel turut memengaruhi cara pandang Ibu Yuyun terhadap isu difabel. Pengalaman berinteraksi secara langsung serta menyaksikan proses perkembangan mereka memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh setiap individu. Komitmen dalam mendorong inklusi sosial tidak hanya terlihat dari perubahan cara pandangnya terhadap difabel, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai dukungan nyata di tingkat kecamatan. Di bawah kepemimpinannya sebagai Camat Lemahabang, teman-teman difabel diberikan ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong keterlibatan difabel dalam keanggotaan karangtaruna kecamatan, serta pelibatan dalam kegiatan kegiatan yang diselenggarakan oleh kecamatan. Selain itu, Ibu Yuyun juga memfasilitasi pembentukan Kelompok Difabel Kecamatan (KDK) yang diperkuat melalui Surat Keputusan (SK) Camat Lemahabang serta memberikan ruangan untuk kesekretariatan KDK. Langkah ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus dukungan terhadap keberadaan dan peran difabel di tingkat kecamatan. Selain itu juga Bu yuyun mengarahkan stakeholder di lingkungan kecamatan untuk jika ada yang memiliki keterampilan untuk di ketok tularkan kepada teman-teman difabel.

Tidak hanya dalam aspek organisasi, dukungan juga diberikan untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas teman-teman difabel. Pemerintah Kecamatan Lemahabang memberikan keleluasaan pemanfaatan lahan kecamatan yang digunakan sebagai greenhouse untuk berbagai kegiatan produktif kelompok difabel. Saat ini, upaya tersebut terus berkembang dengan pembangunan kafe inklusi yang dirancang sebagai ruang aktivitas, pemberdayaan ekonomi, sekaligus sarana edukasi masyarakat mengenai isu difabel dan pentingnya inklusi sosial. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa ketika difabel diberikan ruang untuk berkembang dan didukung oleh lingkungan yang inklusif, mereka mampu menunjukkan kemampuan, bakat, dan kontribusi yang selama ini mungkin belum terlihat.

Dedikasi dan konsistensinya Ibu Yuyun dalam memperjuangkan hak serta partisipasi difabel mendapat apresiasi atas kontribusinya tersebut, Ibu Yuyun menerima penghargaan pada Peringatan Hari Ibu sebagai Pemimpin Perempuan Peduli Disabilitas yang diberikan oleh Bupati Cirebon. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas perannya dalam mendorong terwujudnya kesempatan yang lebih setara bagi difabel di Kecamatan Lemahabang.

0 komentar

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.
Sebelumnya Dari Lele Berharga Rendah Menjadi Produk Bernilai Tambah, KDD Desa Nanggela Kembangkan Usaha Kerupuk Ikan Lele