Sosial Direvisi 23 September 2026 Super Admin

Merawat Jejaring dan Memperkuat Komunikasi, Pesan Pak Asep untuk FKDC

Merawat Jejaring dan Memperkuat Komunikasi, Pesan Pak Asep untuk FKDC

Cirebon 22 September 2026 - Membangun perubahan inklusif tidak cukup hanya dengan melaksanakan kegiatan. Jejaring, komunikasi, dan hubungan baik dengan berbagai pihak juga perlu terus dirawat agar menjadi kekuatan dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Pak Asep, Pensiunan Inspektur Pembantu IV pada Inspektorat Kab. Cirebon yg sebelumnya pernah menjabat sebagai Kabid Perbendaharaan pada BKAD Pemerintah Kabupaten Cirebon, saat menerima kunjungan silaturahmi Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) di kediamannya.

Dalam suasana yang akrab, pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai pentingnya FKDC menjaga komunikasi dengan berbagai pihak yang selama ini pernah terlibat maupun mendukung kegiatan FKDC.

Menurut Pak Asep, komunikasi dengan para pihak yang pernah terlibat dalam kegiatan FKDC perlu terus dijaga. Ia mencontohkan unsur pemerintahan, termasuk Asda 1, serta berbagai tokoh lainnya yang sebelumnya pernah berinteraksi dan terlibat dalam kegiatan FKDC.

“Orang-orang yang sudah pernah terlibat di kegiatan FKDC, seperti Asda 1 dan lainnya, harus terus dijalin komunikasinya agar tetap mengingat FKDC. Mereka memiliki kesibukan yang banyak, sehingga komunikasi perlu terus dibangun,” ujar Pak Asep.

Dokumentasi Menjadi Bagian dari Komunikasi

Selain membangun komunikasi, Pak Asep mendorong FKDC untuk mulai menata dokumentasi berbagai kegiatan secara lebih baik.

Menurutnya, foto, berita, dan dokumentasi kegiatan yang memiliki dampak maupun kontribusi bagi masyarakat dapat menjadi bahan penting ketika FKDC melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak.

Dokumentasi tidak hanya berfungsi sebagai arsip organisasi, tetapi juga dapat memperlihatkan proses, capaian, dan kontribusi FKDC dalam mendorong kehidupan yang lebih inklusif.

“Dokumentasi kegiatan mulai ditata dan disampaikan ketika berkoordinasi. Kalau ada foto-foto kegiatan yang dianggap berdampak dan berkontribusi, boleh dikirim kepada saya. Nanti saya bantu informasikan kepada tokoh-tokoh tertentu. Mudah-mudahan bisa membuka komunikasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Merawat Jejaring untuk Memperluas Kolaborasi

Bagi FKDC, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan. Berbagai kegiatan yang dilakukan FKDC bersama kelompok difabel, pemerintah desa dan kecamatan, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya merupakan bagian dari proses panjang membangun ekosistem yang inklusif.

Karena itu, hubungan dengan para pihak yang pernah terlibat perlu terus dirawat. Silaturahmi menjadi salah satu cara untuk menjaga komunikasi sekaligus memperkenalkan perkembangan dan pembelajaran yang diperoleh FKDC dari berbagai kegiatan.

Sebagai mitra SIGAB Indonesia, dengan dukungan Pemerintah Australia - Indonesia melalui Program INKLUSI, FKDC terus mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi dalam memperluas praktik-praktik inklusi di masyarakat.

Silaturahmi dengan Pak Asep menjadi pengingat bahwa kerja-kerja inklusi tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Komunikasi perlu dijaga, dokumentasi perlu ditata, dan jejaring perlu terus dirawat.

Sebab, perubahan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan ruang kolaborasi yang terus dibuka.

FKDC terus bergerak, merawat hubungan, mendokumentasikan perubahan, dan membangun kolaborasi untuk kehidupan yang semakin inklusif.

 

0 komentar

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.
Sebelumnya FKDC DORONG HAK DIFABEL TAK BERHENTI DI ATAS KERTAS Selanjutnya FKDC Koordinasi dengan Dinas Sosial, Dorong Percepatan Penyelesaian Draf Perbup Disabilitas