Difabel Diposting 04 Oktober 2026 Super Admin

Saat Keinginan Tumbuh Lebih Cepat dari Rasa Syukur

Saat Keinginan Tumbuh Lebih Cepat dari Rasa Syukur

Ada satu hal yang akhir-akhir ini sering aku renungkan tentang hidup…

Dulu, ketika uang yang kita punya tidak banyak, rasanya hidup justru lebih sederhana.

Kita tahu apa yang harus dibeli.

Kita tahu apa yang harus ditunda.

Dan anehnya, meskipun tidak punya banyak, kita masih bisa merasa cukup.

Tapi semakin keadaan membaik, semakin banyak pula yang kita inginkan.

Aku pernah berpikir, mungkin kalau penghasilan sudah lebih besar, hidup akan terasa lebih tenang.

Ternyata… tidak selalu begitu.

Karena ketika keuangan kita bertambah, standar hidup kita pun ikut berubah.

Yang dulu dianggap mewah, lama-lama terasa biasa.

Yang dulu tidak pernah kita pikirkan, sekarang terasa seperti kebutuhan.

Dan tanpa sadar, kita mulai mengejar lebih banyak…

Bukan karena apa yang kita punya tidak cukup, tetapi karena hati kita mulai terbiasa melihat apa yang belum kita punya.

Pendapatan bertambah, keinginan bertambah.

Kemampuan meningkat, tuntutan pun meningkat.

Sampai suatu hari aku bertanya kepada diri sendiri…

“Kalau terus seperti ini, sebenarnya kapan aku akan merasa cukup?”

Mungkin rasa cukup bukan tentang seberapa banyak yang kita punya.

Karena sebanyak apa pun yang kita miliki, kalau hati terus merasa kurang, kita akan tetap merasa kekurangan.

Barangkali yang perlu kita tambah bukan hanya penghasilan, tetapi juga rasa syukur.

Bukan berarti kita harus berhenti berusaha.

Bukan pula berarti kita tidak boleh punya cita-cita.

Kita tetap boleh bermimpi besar.

Tetap boleh ingin hidup lebih baik.

Tetap boleh mengejar rezeki sebanyak-banyaknya.

Tetapi jangan sampai, dalam perjalanan mengejar lebih banyak, kita kehilangan kemampuan untuk menikmati apa yang sudah ada di tangan.

Sebab pada akhirnya…

Kita boleh mengejar kehidupan yang lebih baik, tetapi jangan sampai sepanjang hidup kita hanya sibuk mengejar sesuatu sampai lupa bahwa kita sedang hidup.

Karena bisa jadi, yang kita cari selama ini bukan lebih banyak uang… melainkan ketenangan untuk mengatakan kepada diri sendiri:

“Aku masih ingin lebih, tetapi aku tidak lagi merasa kurang.”

Dan mungkin… di situlah sebenarnya letak kekayaan yang paling sulit dibeli.

Bukan ketika kita mampu memiliki segalanya, tetapi ketika kita memiliki sesuatu dan hati kita mampu berkata:

“Terima kasih, Ya Allah Untuk hari ini…  ini sudah cukup.”

0 komentar

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.
Sebelumnya FKDC Perkuat Peran Keluarga dan Kapasitas Anak Difabel melalui Pertemuan dan Pembelajaran Selanjutnya BELAJAR DARI RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM: JANGAN JADIKAN MASYARAKAT YANG TERTINGGAL SEBAGAI MASALAH