Pertemuan Rutin KDD Desa Durajaya: Membangun Keberanian, Memperkuat Kekompakan Kelompok UMKM Difabel
Durajaya, 19 Juli 2026 – Kelompok Difabel Desa (KDD) Durajaya kembali menggelar pertemuan rutin yang bertempat di Sekretariat KDD Desa Durajaya. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, sederhana, dan penuh kebersamaan. Para anggota duduk melingkar di atas tikar, berdiskusi secara terbuka mengenai perkembangan kelompok serta upaya memperkuat organisasi dan UMKM KDD.
Pertemuan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan arahan dari Oni Jahoni, selaku Project Officer (PO) Program SOLIDER. Dalam arahannya, beliau mendorong para pengurus KDD untuk lebih berani tampil di depan anggota, menyampaikan kondisi kelompok, perkembangan kegiatan, maupun berbagai kendala yang dihadapi. Menurutnya, keberanian berbicara dan saling terbuka menjadi langkah penting dalam membangun kepemimpinan dan kemandirian kelompok.
Menindaklanjuti arahan tersebut, secara bergantian Linda, Ismaya, dan Iin menyampaikan perkembangan UMKM KDD Durajaya. Mereka mengungkapkan berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari rendahnya keterlibatan sebagian anggota hingga belum optimalnya pelaksanaan kegiatan usaha bersama.
Diskusi kemudian berlanjut dengan sesi tanya jawab yang melibatkan anggota, di antaranya Bapak Karyono dan peserta lainnya. Berbagai masukan, pendapat, serta harapan disampaikan secara terbuka sebagai bahan evaluasi bersama.
Dari hasil diskusi, seluruh peserta kembali membangun komitmen untuk menghidupkan dan mengembangkan UMKM KDD Durajaya. Hal ini menjadi penting mengingat sebagian pengurus awal tidak lagi bersedia menjadi penggerak keberlangsungan usaha bersama, sehingga beban kegiatan masih bertumpu pada pengurus inti.
Pertemuan ini menghasilkan kesimpulan bahwa kelompok UMKM KDD Durajaya masih memerlukan penguatan kekompakan, rasa memiliki, dan semangat gotong royong. Diperlukan partisipasi yang lebih aktif dari seluruh anggota agar kelompok tidak hanya bergantung pada beberapa orang, tetapi tumbuh menjadi organisasi yang mandiri, solid, dan mampu berkembang bersama.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan FKDC sebagai mitra SIGAB Indonesia, dengan dukungan Pemerintah Australia–Indonesia melalui Program INKLUSI, dalam upaya memperkuat organisasi Kelompok Difabel Desa serta mendorong kemandirian ekonomi difabel di tingkat desa.