Umum 30 Juni 2026

Dekan Fakultas Hukum UGJ, Camat Lemahabang, dan Ketua PCNU Perkuat Gerakan Inklusi Difabel

Dekan Fakultas Hukum UGJ, Camat Lemahabang, dan Ketua PCNU Perkuat Gerakan Inklusi Difabel

Lemahabang – Saung Kreasi Difabel kembali menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat gerakan pemberdayaan difabel. Dalam suasana diskusi yang hangat pada 30 Juni 2026, Pak Dr. H. Harmono, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Ibu Yuyun Kusumawati, S.STP., M.Si., Camat Lemahabang, serta Pak Yai Deden, Ketua PCNU Kecamatan Lemahabang, membahas berbagai strategi untuk menghapus stigma terhadap difabel, memperkuat kelembagaan, dan mendorong kemandirian ekonomi.

 

Selain menyerahkan bantuan berupa terpal kolam ikan kepada Kelompok Difabel Desa (KDD), Dr. H. Harmono, S.H., M.H. memberikan berbagai arahan agar Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) terus memperluas jejaring kolaborasi. Salah satunya dengan merekrut relawan dari unsur PCNU, mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan berbagai komunitas lainnya untuk mendukung program pendampingan, edukasi, serta kampanye pencegahan diskriminasi terhadap difabel.

 

Dalam kesempatan yang sama, Yuyun Kusumawati, S.STP., M.Si. menyampaikan adanya pelaku UMKM yang menghasilkan limbah tulang ikan. Menanggapi hal tersebut, Dr. H. Harmono, S.H., M.H. menilai limbah tersebut memiliki nilai ekonomi dan berpotensi diolah menjadi bahan baku pakan ikan. Menurutnya, peluang usaha ini sangat potensial untuk dikembangkan oleh KDD sebagai bagian dari penguatan UMKM difabel. Beliau juga menyatakan kesiapannya meminjamkan peralatan yang dimiliki untuk mendukung proses produksi pada tahap awal apabila program tersebut dijalankan secara serius.

 

Diskusi juga menghasilkan sejumlah gagasan lanjutan untuk memperkuat gerakan inklusi di Kecamatan Lemahabang. Salah satunya adalah rencana penyelenggaraan Bedah Fiqih Disabilitas bersama para ustaz muda di Kecamatan Lemahabang. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman keagamaan yang lebih inklusif, mengurangi stigma sosial terhadap difabel, serta memperkuat nilai-nilai penghormatan terhadap hak-hak difabel di tengah masyarakat.

 

Selain itu, FKDC akan memperkuat sinergi dengan PCNU, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat melalui pengembangan relawan yang berperan dalam pendampingan, edukasi, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kelembagaan KDD.

 

Ketua FKDC, Abdul Mujib, menyampaikan bahwa berbagai masukan dari Dr. H. Harmono, S.H., M.H., Yuyun Kusumawati, S.STP., M.Si., dan Pak Yai Deden menjadi energi baru bagi FKDC untuk terus bergerak membangun masyarakat yang lebih inklusif.

 

 "Banyak pencerahan yang kami peroleh dari diskusi ini. Ke depan kami akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengembangkan UMKM difabel, membangun gerakan relawan, serta menghadirkan Bedah Fiqih Disabilitas sebagai bagian dari upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap difabel. Kami berharap gerakan ini mampu mewujudkan masyarakat yang semakin inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap warga," ujar Abdul Mujib.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan masyarakat, Saung Kreasi Difabel diharapkan terus berkembang menjadi pusat edukasi, pemberdayaan ekonomi, penguatan kelembagaan difabel, sekaligus pusat gerakan inklusi yang memberikan manfaat nyata bagi difabel dan masyarakat luas.

Sebelumnya Reses DPRD Kabupaten Cirebon di Café Inklusi Hasilkan Komitmen Nyata bagi Difabel Selanjutnya Dwi Hasri Tunjukkan Lukisan Bakar Berbahan Kertas Daur Ulang, Inovasi Kreatif FKDC untuk Pemberdayaan Difabel