UMKM 12 Juli 2026

Dwi Hasri Tunjukkan Lukisan Bakar Berbahan Kertas Daur Ulang, Inovasi Kreatif FKDC untuk Pemberdayaan Difabel

Dwi Hasri Tunjukkan Lukisan Bakar Berbahan Kertas Daur Ulang, Inovasi Kreatif FKDC untuk Pemberdayaan Difabel

Lemahabang, Kabupaten Cirebon – Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) terus mendorong lahirnya karya kreatif yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Salah satu inovasi tersebut adalah pemanfaatan kertas daur ulang sebagai media lukisan bakar (pyrography) yang dikembangkan oleh difabel.

Dalam kegiatan tersebut, Dwi Hasri, pengurus FKDC, memperlihatkan salah satu hasil lukisan bakar berbahan kertas daur ulang. Karya yang ditampilkan mengangkat tema perjuangan pemenuhan hak-hak difabel, sekaligus menjadi bukti bahwa limbah kertas dapat diolah menjadi produk seni yang memiliki nilai estetika, edukasi, dan ekonomi.

 

Menurut Dwi Hasri, karya ini menunjukkan bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Dengan keterampilan dan inovasi, bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat disulap menjadi karya seni yang unik dan bernilai jual.

 

Oni Jahoni wakil ketua FKDC menjelaskan bahwa pengembangan lukisan bakar pada media kertas daur ulang merupakan bagian dari upaya pemberdayaan difabel melalui peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha kreatif. Selain menjadi media ekspresi, karya-karya tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi anggota Kelompok Difabel Desa (KDD) dan UMKM binaan FKDC.

 

"Kami ingin menunjukkan bahwa barang yang dianggap tidak bernilai masih dapat dimanfaatkan menjadi karya yang bermanfaat. Kreativitas adalah kekuatan, dan melalui karya ini kami ingin membangun kemandirian ekonomi difabel sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

 

Ke depan, berbagai produk berbahan daur ulang, termasuk lukisan bakar, akan terus dikembangkan dan dipasarkan melalui Saung Kreasi Difabel Kecamatan Lemahabang sebagai pusat kreativitas, pemberdayaan ekonomi, dan promosi karya-karya difabel. Inovasi ini menjadi bukti bahwa semangat berkarya, kepedulian terhadap lingkungan, dan pemberdayaan dapat berjalan beriringan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif.

Sebelumnya Dekan Fakultas Hukum UGJ, Camat Lemahabang, dan Ketua PCNU Perkuat Gerakan Inklusi Difabel Selanjutnya FKDC: Pola Asuh Menentukan Kemandirian Difabel di Masa Depan